Siti Ropiah

Guru MA Al Ishlah Cikarang Utara Kab Bekasi Jawa Barat Alumni Uin Jakarta, nomor hp 087888623714 ...

Selengkapnya
Suami Tergoda Poligami (Bag. Ke-1)

Suami Tergoda Poligami (Bag. Ke-1)

Aku seorang ibu rumah tangga. Suamiku seorang manager di sebuah perusahaan bergerak di bidang real estate. Selain itu, suamiku menjadi seorang dosen di sebuah lembaga perguruan tinggi swasta. Kebetulan suami lulusan S3 hukum UI. Perkawinanku sudah memasuki tahun ke-15 dan sudah memiliki tiga orang putri.

Suatu malam tak sengaja aku menemukan hp suami tergeletak di atas kasur. Suami sedang pergi salat di masjid dekat rumah. Ntah kenapa aku pun tertarik untuk membuka hp tersebut. Kutemukan sesuatu yang membuat detak jantung berhenti sejenak. "gimana menurutmu tentang poligami?". Tertera tulisan dari teman suamiku. "Menurutku poligami merupakan aturan yang telah diatur dalam firman Allah, yang berarti boleh". Itu jawaban suamiku.

Kubaca lagi tulisan tersebut dengan perlahan, namun mampu membuat dada ini sesak rasanya. Kusimpan hp di tempat semula. Aku keluar kamar menuju teras depan rumah. Aku duduk sambil memandang langit yang sedikit mendung. Sepertinya paham tentang kondisiku saat itu. Pikiranku kacau. Gelisah dan galau melanda diri.

Tak lama kemudian, suami pulang dari masjid. Ia ucapkan salam, aku menjawabnya dan kucium tangannya. Dengan berusaha menahan gejolak di jiwa, aku berusaha tenang walau dada ini seakan ingin meledak.

Kami pun masuk kamar. Kebetulan ketiga anakku sedang asyik mengerjakan tugas sekolahnya masing-masing. Jadi tidak melihat kegalauan yang terjadi pada ibunya. Setelah di kamar, suamiku ternyata melihat sikapku yang tak seperti biasanya. Ia pun bertanya, "Ma, kenapa sepertinya mama menyimpan sesuatu?". Aku duduk di kasur. Aku diam, tak hendak menjawab pertanyaannya, karena aku sibuk meredam bara di dada. "Ma, ada apa?", tanyanya lagi sambil memegang bahuku. Ia duduk di belakangku.

"Tidak ada apa apa kok pa", jawabku lemah. Mendengar itu suamiku segera pamit ke ruang kerja untuk mengerjakan tugasnya sebagaimana biasa.

Malam itu, aku sulit memejamkan mata. Pikiranku kacau. Hatiku gundah. Jiwaku terguncang. Namun aku tak mampu berbuat apa-apa kecuali menangisi diri yang lemah ini. Aku terlalu takut, walau sekadar bertanya. Hingga kegelisahan ini harus kutanggung sendiri, walau sakit.

Bersambung

Salam Perindu Literasi Sdh

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wah jadi deg...deg...deg... Kayak nonton sinetron striping. Oke aku ikutan nunggu epdisode berikutnya...

11 May
Balas

Bisa aja nih Pak Agus , jadi penggemar setia yah Pak. Terima kasih selalu menyempatkan mampir dan barakallahu fiik

11 May

Waah...awal yang bikin deg-deg plas....hehehe. Salah si Mama sih, napa juga buka-buka dan baca hp suami. Lhaa...wong belum jelas apakah si papa akan poligami atau tidak. Kita perempuan ini, selalu merasa lemah. Padahal tidak demikian. Justru perempuan merupakan mahluk paling kuat yang diciptakan Allah. Kenyataan membuktikan hal itu. Tanyain aja...Ma, apa si Papa emang ingin poligami? Ditunggu ya....Deqquuu keberanian di Mama bertanya. Jangan sakit dipendam sendiri. Mantaaffff jiwa tu...ceritanya. Buat kaum emak-emak rapat giginya. Kaum Bapak tersipu-sipu, serasa dapat angin segarrr. Betulkah begitu? Kita tunggu kelanjutannya. Eng...ing...eng. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah, Deqquuu.

11 May
Balas

Kakak nih bisa aja. Terima kasih selalu menyempatkan mampir. Teruntai doa untuk Kakakku tercinta agar tercurah rahmat Allah untuk Kakak dan barakallahu fiik untuk

21 May

Wah....bunda vivi paling bisa bikin penasaran. ditunggu lanjutannya bunda... Barakallah

11 May
Balas

Sedang belajar Bund, terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

11 May

Keren bu, Jadi penasaran nih bu vivi, ditunggu sekali sambunganya......

11 May
Balas

Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

21 May

Selamat Bu Vivi mulai merambah ke cerbung. Top markotop. Barokalloh

11 May
Balas

Lagi pingin nyoba Bu, hehehe. Terima kasih selalu menyempatkan mampir dan barakallahu fiik

11 May

Asyeek... bikin cerpen yang mengharu biru..Ditunggu kisah selanjutnya...Barakallah Bunda Pipi...

11 May
Balas

Ikut ikutan Budhe, hehehe. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

21 May

Lagi asyik, eh bersambung. Mantull bu Vivi .. Love uuu

11 May
Balas

Sengaja biar penasaran , hehehe. Terima kasih sudah menyempatkan berkunjung dan barakallahu fiik

11 May

Abah nampaknya gak mampu, melihat persyaratan yang hasu dipenuhi. tapi ceritanya terus ya jangan berhenti. Baraakallah Ibu Siti sehat selalu

11 May
Balas

Abah tipe suami setia. Beruntungnya Kak Rai. Terima kasih selalu menyempatkan mampir dan barakallahu fiik

21 May

Bu Vivi... Jadi penasaran.. kelanjutan ceritanya..

11 May
Balas

Ditunggu Bu. Terima kasih selalu menyempatkan mampir dan barakallahu fiik

21 May

Ditunggu kelanjutannya bunda. Semoga happy ending.. hihi

11 May
Balas

Siap Bund. Terima kasih selalu menyempatkan mampir dan barakallahu fiik

21 May

Haseuuuhh ... aku tetap setia menunggumu... he.. he... barakallah bunda

11 May
Balas

Asiyap Bund, hehehe. Terima kasih selalu menyempatkan mampir dan barakallahu fiik

21 May

Uuuuuuuuuuuuuuch subhanallah bunda, keren, smoga slalu bisa membuat penasaran dan degdegan pembaca artikel #subhanallah

11 May
Balas

Alhamdulillah, terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

21 May

keren bnget,,mau liat alur cerita terakhir'a #Alhamdulilah

11 May
Balas

Dirunggu yah. Terima kasih selalu menyempatkan mampir dan barakallahu fiik

21 May

Lanjutttt author. Hehehe kata kata itu selalu ada ketika penasaran tentang kelanjutan cerita yang masih on going

11 May
Balas

Oh gitu yah. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

11 May

ceritanya apik & menarik bund , ditunggu cerita sesi yg ke dua , gak sabar ini ingin tahu kelanjutannya

11 May
Balas

Terima kasih apresiasinya Bun.sabar yah, cari identa dulu ,hehehe. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

11 May

penasaraaan ending nyaaa.... kereeennnnnnnnnnnnn bundaaaaaaaa...

11 May
Balas

Alhamdulillah dan maaf bila penasaran. Khan belajar dari Bu Tati, hehehe. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

11 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali