Siti Ropiah

Guru MA Al Ishlah Cikarang Utara Kab Bekasi Jawa Barat Alumni Uin Jakarta, nomor hp 087888623714 ...

Selengkapnya
SENYUMKU UNTUK ANAK SPESIAL

SENYUMKU UNTUK ANAK SPESIAL

Kemarin aku menggantikan wakil kesiswaan menangani kisah kasus anak anak spesial. Satu hari sebelumnya, tak sengaja aku mendengar wakil kesiswaan menginterogasi dua orang siswa di ruangannya. Aku mendengarnya karena suara yang keluar cukup keras, kebetulan aku sedang duduk di ruang guru. Sepertinya bapak wakil kepala tersebut dibuat tak sabar oleh tingkah dua siswanya.

Kebetulan kamis kemarin merupakan tindak lanjut dari kejadian sebelumnya. Hari itu merupakan hari dipanggilnya orang tua dari siswa yang berulah, sementara bapak bagian kesiswaan ada keperluan mendadak, hingga tak dapat datang ke sekolah. Akhirnya aku yang diminta menangani kasus anak spesial ini.

Pukul 13.00 aku sampai di sekolah, dengan mengucapkan salam aku masuk ke ruang guru dan jawab oleh para guru yang sedang duduk santai. Bel tanda masuk untuk PAS pun berbunyi, segera para pengawas melaksanakan tugasnya untuk mengawas.

Sementara aku tak ada jadwal mengawas hari ini. Aku manfaatkan waktu luang ini dengan menyambangi gurusiana. Aku baca beberapa artikel yang bertengger dan tak lupa aku untai kalimat sebagai komentar. Sekitar satu jam berlalu, datanglah wali murid dari murid spesialku dan kuterima ia di ruang BP yang kebetulan guru BP berhalangan hadir karena mengalami musibah keguguran.

Setelah kupersilakan duduk wanita dengan anak kecil itu duduk di hadapanku. kutanyakan padanya, "apakah ibu tahu alasan dipanggil untuk datang ke sekolah"?, "saya tahu bu" itu jawabnya. "anak saya mau melakukan tawuran bu, kemarin" ucapnya lebih lanjut. Wanita itu pun menjelaskan bahwa ia telah memarahi anaknya habis-habisan, bahkan sampai memukulnya dengan sapu. Ups. Aku biarkan wanita berumur sekitar 35 tahun itu mengungkapkan kejengkelannya atas sikap anaknya itu. Setelah selesai, ku katakan padanya, "seharusnya ibu tidak lakukan hal itu, hingga menyakiti tubuh anaknya, seharusnya ibu bicara baik baik pada anak ibu, tanyakan mengapa ia melakukan hal itu".

Akhirnya emosi yang sejak datang sudah meluap, mulai melemah. Aku ungkapkan bahwa menghahadapi anak yang sudah mulai menginjak remaja harus penuh kesabaran dan berusaha memahami jiwanya. Setelah aku berikan nasihat pada siswaku itu dan ia berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Aku minta mereka anak dan ibu membuat surat perjanjian dengan menandatanganinya disertai materai.

Selang sepuluh menit, datang lagi tiga orang wanita, wali murid yang memang sudah diminta untuk datang. Kupersilakan mereka duduk. Kutanyakan pada mereka, mengapa orang tua dipanggil ke sekolah. Mereka menjawab tidak tahu. Oala,... Berarti anaknya tidak memberitahunya. Kuminta ketiga siswaku itu untuk menceritakan apa yang telah terjadi. Awalnya mereka tidak mau menjawab. Kukatakan dengan suara lembut, apabila mereka tidak mau bercerita tentang kejadian sebenarnya, maka urusannya akan ditangani besok oleh kesiswaan. Ancamanku ini mengenai sasaran, akhirnya salah satu dari mereka bertiga angkat bicara, bahwa mereka kemarin sore berniat untuk tawuran.

Sontak saja pengakuan tersebut membuat ketiga ibu-ibu di hadapanku marah dan melampiaskan amarahnya dengan memarahi anak mereka masing-masing. Aku biarkan mereka melampiaskan kekesalannya sekaligus rasa kagetnya. Setelah mereda, aku ajak para ibu tersebut bicara baik-baik, dengan sebelumnya kuminta tiga siswaku itu kembali ke kelas, karena mereka harus mengikuti PAS hari keempat.

Kusampaikan pada mereka untuk bicara baik baik dan tidak tersulut emosi dalam menghadapi kasus yang mendera anaknya. Pasalnya mereka yang duduk di kelas IX, akan merasa malu bila dimarahi seperti itu dan mereka ingin dianggap sudah besar. Kukatakan pada para ibu tersebut, bahwa anak sebesarnya masih butuh perhatian dan ingin dipahami, oleh karena itu perlu diajak bicara baik-baik. Terlebih bila terjadi hal seperti ini. Kemudian kuketahui dua dari tiga siswaku itu sudah tidak memiliki ayah dan satu lagi merupakan anak terakhir yang cenderung manja dan tak mau diatur, terlebih dikasari.

Kondisi ini yang aku tekankan pada para ibu tersebut, bahwa kenakalan yang dilakukan oleh seorang anak, karena mungkin mereka mendambakan kasih sayang dan perhatian yang selama ini luput dari perhatian orang tua. Hal itu diakui oleh para ibu di hadapanku. Akhirnya mereka berjanji akan lebih memberikan perhatiannya untuk putra putra mereka. Sebelum pulang, para ibu tersebut membuat surat perjanjian yang telah dipersiapkan pihak sekolah.

Setelah para wali murid tersebut pulang, aku panggil empat siswa spesial tersebut. Kukatakan pada mereka bahwa mereka sebenarnya anak yang baik, hanya saja saat itu mereka tergelincir bujukan syetan. Kuminta mereka melihat ke arahku, dengan rasa takut mereka melakukannya. Kutatap wajah mereka satu persatu, dengan senyum kutanyakan pada mereka, "bisakah kalian berjanji untuk tidak mengulangi lagi"? . Mereka pun menjawab serempak, "bisa bu, kami janji". Alhamdulilah, ucapku. Sambil senyum kukatakan, "ibu percaya kalian tak akan mengulangi lagi". Akhirnya mereka pun keluar dengan memberi salam, tentu kujawab salam mereka dengan rasa lega di hati.

SEJATINYA ANAK ANAK SPESIAL ITU BUTUH PERHATIAN DAN KASIH SAYANG

Salam Perindu Literasi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

spesial karena ada yang unik pada anak kita,Bun!

07 Dec
Balas

Betul pak, terima kasih atas kunjungan dan barakallah

07 Dec

Wah penangan kasus siswa yang sangat bijak. Semoga berhasil, anak-anak tersebut tida mengulangi perbuatannya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu bu. Barakallah.

07 Dec
Balas

Amin semoga berhasil. Terima kasih sdh sempatkan mampir dan barakallah

07 Dec

Sangat mengispirasi pendekatan anak2 spesial. Semoga sukses bu siti.

07 Dec
Balas

Terimakasih apresiasinya pak dan barakallah

07 Dec

Barokallah Bunda Siti Ropiah. Tulisan yang sangat bagus dan menginspirasi. Semoga berkah dan kesuksesan selalu tercurah hari ini. Terima kasih.

07 Dec
Balas

Terimakasih apresiasi nya bubda, dan barakallah

07 Dec

Anak2 juga mempunyai perasaan dan sebagai orang tua harus mempunyai kesabaran tingkat dewa untuk menghadapinya...Semoga selalu sehat dan menginspirasi Bunda Pipi. Barakallah.

07 Dec
Balas

Benar sekali saudariku, hrs sabar dan sabar. Terima kasih sdh selalu menyempatkan membaca tulisan ini dan barakallah

07 Dec

Amazing bunda..kelembutan berbuah kebaikan dan jadi jalan solusi dalam menghadadapi generasi eklusif...barakallah bunda,Siti.

07 Dec
Balas

Njih bund, semoga tdk terulang. Terima kasih sdh sempatkan mampir dan barakallah

07 Dec

Multitalent pokoknya, bu Pipi. Dengan kasih sayang dan senyum untuk anak spesial dan istimewa. Mksh,bu Pipi semangat paginya. Sehat,semangat dan berkah untuk ibu, keluarga dan sahabat...

07 Dec
Balas

Bisa aja sahabatku ini, terimakasih selalu menyempatkan waktu membaca tulisan ini, teruntai doaku utk sahabat tercinta smoga Allah limpahkan rahmatNya dan barakallah

07 Dec

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali