Siti Ropiah

Guru MA Al Ishlah Cikarang Utara Kab Bekasi Jawa Barat Alumni Uin Jakarta, nomor hp 087888623714 ...

Selengkapnya
PAHAMI ISLAM SECARA KOMPREHENSIF

PAHAMI ISLAM SECARA KOMPREHENSIF

Beberapa waktu yang silam, kita (umat Islam) dikagetkan dengan didapati perempuan bercadar yang diamankan petugas berwenang terkait teroris. Tak sedikit para muslimah gemes dan dijengkel melihatnya. Bagaimana tidak. Kelakuan perempuan tersebut mencoreng nama baik muslimah di indonesia. Jilbab bahkan cadar, sebagai simbol muslimah dikenakan karena sebagai bukti patuh dan taatnya terhadap ajaran agama, namun di sisi lain, perbuatannya merugikan bahkan membahayakan orang lain, sampai sampai nyawapun lenyap dibuatnya.

Bagaimana ini bisa terjadi.

Aku jadi teringat tulisan Prof Daud Ali dalam bukunya yang berjudul "Hukum Islam". Beliau menyatakan bahwa salah satu dari tiga kesalahpahaman terhadap hukum Islam disebabkan salah dalam memahami kerangka ajaran Islam, yaitu iman, islam dan ihsan. Ketiga kerangka dasar ajaran Islam ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain, namun harus dipadukan. Tidak boleh dipahami secara parsial. Contoh, Islam memang mengajarkan tentang JIHAD di satu sisi, namun di sisi lain, Islampun mewajibkan ciptakan kedamaian. Artinya jihad dilakukan ketika kemerdekaan hendak dicapai dengan kondisi peperangan. Sementara ketika kondisi sudah merdeka, maka jihad yang dilakukan bukan lagi dengan mengangkat senjata, boleh jadi dengan menggerakan pena.

Sementara menurut Prof. Harun Nasution dalam bukunya "Islam ditinjau dari berbagai aspek" menyatakan bahwa kesalahpahaman terjadi karena tidak diajarkan PERBEDAAN pendapat atau madzhab di sekolah sekolah menengah atau pesantren, atau tidak terbiasa dengan perbedaan pendapat. Hal ini menimbulkan pemikiran bahwa paham yang dimilikinyalah yang benar, karena sdh didoktrin seperti itu. Padahal perbedaan dalam ajaran Islam suatu keniscayaan dan hal tersebut justru yang membuat hukum Islam bersifat fleksibel, sesuai kaidah

لا ينكر التغير الاحكام بتغير الازمنة والامكنة

"Tidak dapat dipungkiri terjadi perubahan hukum karena adanya perubahan waktu dan tempat".

Menurutku kesalah pahaman terjadi karena salah dalam memahami SUMBER hukum Islam. Sejatinya sumber hukum Islam hanya dua yaitu al qur'an dan al hadis. Namun kenyataan yang terjadi dalam masyarakat, justru terkadang al qur'an atau al hadis dinomor duakan dibanding pendapat ulama bahkan gurunya. Ketika seorang guru , menyatakan A, maka tak berpikir panjang lagi diakuinya sebagai suatu kebenaran yang harus dipatuhi.

Selain itu perbedaan pendapatpun terjadi karena Islam diidentikkan dengan perbuatan umatnya. Artinya ketika ada seorang muslim yg berbuat salah, misalnya karena agama dari pelaku teroris adalah Islam, maka seakan akan Islam mengajarkan teroris.

Sejatinya pahami Islam secara Komprehensif, sehingga fungsi rahmatan lilalamin akan tercapai

Salam Perindu Literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Sejatinya, tuduhan mereka terhadap Islam sudah Allah ingatkan di dalam surat Al Baqarah 120, bahwa mereka tidak akan ridho sampai kapanpun hingga kita mengikut mereka. Maka, selalu saja ada usaha untuk menjatuhkan Islam dengan berbagai cara. Jazakumullah khoiron katsiro untuk tulisan yang menyadarkan bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah....deqquuu.

11 Oct
Balas

Betul sekali ksk, terimakasih sudah sempatkan mampir. Smoga Allah limpahkan rahmatNya utk kk dan barakallah

11 Oct

Hem.. mestinya begitu bu, tapi kebanyakan di masyarakat terdoktrin benar salah, halal haram, dan mendiskreditkan seseorang sebagai kafir misalnya. Jadi prihatin karena semua itu jauh dari teladan rosulullah.

11 Oct
Balas

Ya benar, tugas kita meluruskan masyarakat, tp dimulai dari anak bangsa. Terima kasih sdh mau mampir bu. Barakallah

11 Oct

Betul bu. Terima kasih sdh sempatkan mampir. Barakallah

11 Oct
Balas

Memahami sesuatu sebaiknya jangan hanya kulitnya tapi sampai isinya.

11 Oct
Balas

Benar sekali pak guru. Barakallah

11 Oct

Komprehensif berbanding lurus dengan rahmatan lil alamin...begitu ya Bun...

11 Oct
Balas

Betul bun, terimakasih sdh mau mampir dan barakallah

03 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali