Siti Ropiah

Guru MA Al Ishlah Cikarang Utara Kab Bekasi Jawa Barat Alumni Uin Jakarta, nomor hp 087888623714 ...

Selengkapnya
LUPA PERHATIAN TIMBULKAN PERSOALAN (Kisah Kenakalan Siswa SMP)

LUPA PERHATIAN TIMBULKAN PERSOALAN (Kisah Kenakalan Siswa SMP)

Baru baru ini terdapat kejadian yang membuat miris, bikin hati teriris dan ingin menjerit. Pasalnya, terdapat beberapa anak, konon 24 siswa siswi di bilangan wilayah Cikarang berteman dengan video porno dalam komunitas (WA Group) mereka dengan nama "All Stars". Mereka bertukar video tersebut diiringi ajakan melakukan adegan yang ada dalam video. Astagfirullah al azhim. Tak ada kata yang patut keluar, selain memohon ampunan dari Sang Maha Pengampun. Dilansir dalam surat kabar, bahwa penyebab mereka melakukan hal itu karena kurang kontrol dan perhatian dari orang tua.

Perhatian merupakan suatu yang amat penting dalam kehidupan seseorang, terlebih kepada anak/siswa. Perhatian merupakan salah satu bentuk kasih sayang. Ketika seseorang kurang, terlebih tidak mendapatkan kasih sayang, maka hampa yang dirasakan dalam hidupnya dan ia akan mencari kegiatan di luar sebagai protes dari kegamangannya, yang kemudia hal itu justru membuatnya salah arah hingga terpuruk.

Kebetulan ketika sedang menulis, aku melihat tayangan di telivisi dalam acara "tawakal". Dalam acara tersebut, orang tua bukan saja tidak memberikan perhatian, namun yang dilakukannya (dalam hal ini seorang ibu) adalah kekerasan terhadap anak anaknya. Tentu berdampak negatif terhadap sang anak. Bahkan anak (narasumber) merasa seperti anak tiri. Akhirnya sampai pada kesimpulan "ibuku nerakaku". Astagfirullah al azhim. Lagi lagi ini yang keluar dari mulutku.

Peran orang tua amat penting bagi kehidupan seorang anak, karena orang tualah yang berperan sebagai pembentuk karakter, pola pikir dan kepribadian anak. Oleh karenanya perhatian orang tua merupakan keniscayaan yang harus diterima oleh sang anak.

Banyak orang tua sudah merasa cukup dengan memenuhi kebutuhan materi/fisik untuk anak-anaknya. Sementara jebutuhan afeksi/emosi tidak mendapat porsi yang maksimal. Padahal kebutuhan afeksi yang terpenuhi itulah yang menguatkan moral anak-anak.

Namun dalam kasus yang terjadi di Cikarang, ternyata peran gurupun tak kalah penting untuk dilakukan. Ketika orang orang yang berada di sekeliling siswa atau anak melaksanakan kewajibannya, dalam hal ini memberikan perhatiannya, insyaallah anak atau siswa tersebut merasa nyaman dan tak mencari pelarian yang akan menjerumuskan mereka ke jalan yang buruk. Aku bisa bayangkan siswa akan terlepas dari perbuatan yang jelek, bila guru bersikap seperti dalam cerita kak Raihana Rasyid "BU ARIN, BUKAN CINTA BIASA". Para siswa merasa mendapat perhatian yang cukup dalam cerita yang ditulis kak Rai, karena hal hal kecil saja dari sikap siswa siswinya, bu Arin mengetahuinya.

SEJATINYA PERHATIAN MENJADI HAL UTAMA YANG DIPERLUKAN SEORANG ANAK/SISWA

Salam Perindu

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Semua anak terlahir fitri, suci bersih. Orang tuany lah yang kemudian menuliskan "Goresan" pada kain suci bersih itu. Mau jadi apa ? Terserah pada apa yang digoreskan. Moral anak menjadi tanggung jawab orang tua, sebagai madrasah pertama. Berikut, ada tugas guru pula didalamnya dan tanggung jawab lingkungan agar moral-moral negatif tidak dapat berkembang. Ketiganya, bagaikan segitiga sama sisi yang harus bersinergi dengan sangat solid. Tapi, apa mau dikata banyak kita yang melupakan peran itu. Dan anak-anak berjuang sendiri melawan "penjajahan" yang merongrongnya dengan berbagai ideologi dan teknologi yang canggih. bahkan didalam rumah pun (Televisi kita) banyak menyuguhkan tontonan yang tidak dapat menjadi tuntunan. Penyanyi dan penari dengan pakaian minim dan gerakan erotis, seakan sah-sah saja. Tidak ada yang meributkan. Justru mempermasalahkan orang yang menutup auratnya dengan baik. Ketika semua "pergaulan bebas" ini sudah mewabah, kita menyalahkan anak-anak kita ??? Jazakumullah khoiron katsiro untuk artikel yang sudah mengingatkan para orang tua ini, deqquuu. Hehehe...kepanjangan komennya ya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah....deqquuu.

10 Oct
Balas

Alhamdulillah, dapat komentar yg panjsng dan banyak ilmu di dalamnya. Terima kasih kakaku tersayang. Barakallah

10 Oct
Balas

Naudzubillahi min dzalik......sebegitu parahnya dan membuat hati saya bergidik membayangkan anak2 terjerumus ke dalam perbuatan yang akan membuat warna otak menjadi abu-abu....Barakallah....

10 Oct
Balas

Ya bu miris sekali.smoga tdk terjadi lagi. Tp yah itu td benar kata kak Rai, hrs seperti segitiga sama sisi utk mengatasinya. Barakallah

10 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali