Siti Ropiah

Guru MA Al Ishlah Cikarang Utara Kab Bekasi Jawa Barat Alumni Uin Jakarta, nomor hp 087888623714 ...

Selengkapnya
Kontroversi dalam Ibadah (Bag.2) :  Tarawih 20 atau 8

Kontroversi dalam Ibadah (Bag.2) : Tarawih 20 atau 8

Salat Tarawih merupakan salat yang dilakukan umat Islam pada malam bulan ramadan. Dasar salat Tarawih adalah

كان رسول الله ص م يصلي فيما بين ان يفرغ من صلاة العشاء - وهي يدعو الناس العتمة - الى الفجر احدى عشرة ركعة...

"Pernah Rasulullah SAW melakukan salat pada waktu antara selesai isya yang dikenal dengan atamah hingga subuh sebanyak 11 rakaat..." ( HR Muslim, lihat Maktabah Syamilah, Sahih Muslim, Juz. 1, hlm.508, No. 736).

Terdapat beberapa pendapat tentang bilangan salat Tarawih, yaitu

Pertama, 11 rakaat. Disadarkan pada hadis Rasulullah SAW di atas.

Kedua, bilangan salat Tarawih adalah 20 raka’at (belum termasuk witir). Inilah pendapat mayoritas ulama semacam Ats Tsauri, Al Mubarok, Asy Syafi’i, dan Ash-haabur Ro’yi. Pendapat ini didasarkan pada pendapat Umar.

Suatu malam di Bulan Ramadan Umar melihat orang salat terpisah-pisah. Lalu Umar mengumpulkan para sahabat untuk melaksanakan qiyam Ramadan lalu diimami oleh Ubay bin Ka’ab ra. Lalu salat tersebut dilaksanakan 20 raka’at. (Kisah ini terdapat dalam hadis riwayat Bukhari. Lihat Maktabah Syamilah, Sahih Al Bukhari, Juz. 3, hlm. 45, No. 2010).

Dalil terkait bilangan rakaat salat tarawih sebanyak 20 rakaat juga didasarkan riwayat Ibnu Ja'd

كانوا يقومون على عهد عمر في شهر رمضان بعشرين ركعة

"Mereka melaksanakan qiyamul lail di masa Umar di bulan Ramadan sebanyak 20 raka'at (lihat Musnad Ibnu al Ja'd, Juz. 1, hlm. 413, No. 2825).

Ketiga, salat Rarawih adalah 39 raka’at dan sudah termasuk witir. Inilah pendapat Imam Malik. Beliau memiliki dalil dari riwayat Daud bin Qois, dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan riwayatnya shahih. (Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/419)

Keempat, salat Tarawih adalah 40 raka’at dan belum termasuk witir. Sebagaimana hal ini dilakukan oleh ‘Abdurrahman bin Al Aswad. Bahkan Imam Ahmad bin Hambal melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan tanpa batasan bilangan sebagaimana dikatakan oleh ‘Abdullah. (Lihat Kasyaful Qona’ ‘an Matnil Iqna’, 3/267)

Perbedaan bilangan salat Tarawih karena salat malam di Bulan Ramadan yang Nabi lakukan tidak ditentukan batasannya. Tetapi Nabi melaksanakan sebanyak 11 rakaat. Pelaksanaan Tarawih dengan jumlah 11 rakaat dilaksanakan sangat panjang waktunya, bahkan sampai mendekati subuh, karena ayat yang dibacakan sangat panjang. Pada zaman Umar terjadi perubahan yaitu dengan memperbanyak jumlah rakaat, namun bacaan ayatnya dikurangi, hingga tidak terlalu panjang waktunya.

Berdasarkan hal di atas, melaksanakan salat Tarawih dengan jumlah bilangan berbeda tidak menjadi persoalan. Yang bersoal adalah yang tidak salat.

Sejatinya Jumlah Rakaat dalam Salat Tarawih Bukan Merupakan Hal yang Pokok.

Salam Perindu Literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Subhanallah. Pencerahan yang w'okeh. Indahnya perbedaan, mari kita sikapi dengan bijaksana. Selagi masih sesuai dengan syariat agama Islam. Barakallah fiik, kembaranku yang cantik dan saleha.

10 May
Balas

Benar sekali kembaranku, terima kasih selalu sempatkan mampir dan barakallahu fiik

10 May

Setuju, yang penting mengerjakannya dengan istiqomah... Bu Siti sangat aktif ya? Selain sempat jadi imam tarawih untuk ibu-ibu juga menulis terus-menerus. Wow!

10 May
Balas

Alhamdulillah, bila manfaat. Diupayakan nulis Bund. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

10 May

Khasanah teladan yang ada. Tinggal pilih dan pilah. Mana yang kuat. Salam

10 May
Balas

Benar pak. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

21 May

Betul...Deqquuu, jumlah bilangan rakaat tak menjadi masalah. Yang salah itu, yang tak shalat. Jazakillah khoir untuk ilmu bermanfaat di dalam tulisan yang bernas ini. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah, Deqquuu.

10 May
Balas

Alhamdulillah Kakak sempatkan mampir, terima kasih. Teruntai doa untuk Kakakku tercinta agar tercurah rahmat Allah untuk kesehatan Kakak dan barakallahu fiik

10 May

Syukron bunda Vivi, nambah ilmu lagi. Sehat, bahagia dan sukses selalu buat bunda. Barakallah

10 May
Balas

Alhamdulillah, bila bertambah Bund. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

10 May

Silakan shalat mau versi yang mana diserahkan kepada orang itu sendiri. Yanag penting niat baik karena Allah mencari pahala di sisinya. Terima kasih bu vivi

10 May
Balas

Benar sekali Bu. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

10 May

Silakan shalat mau versi yang mana diserahkan kepada orang itu sendiri. Yanag penting niat baik karena Allah mencari pahala di sisinya. Terima kasih bu vivi

10 May
Balas

Jadi terserah kita ya Bu mau pilih yg banyak apa yang dikit. Tapi ga boleh pilih ga salà

10 May
Balas

Jadi terserah kita ya Bu mau pilih yg banyak apa yang dikit. Tapi ga boleh pilih ga salat taraweh. Begitu kan Bu

10 May
Balas

Benar Bu, tapi kalau lagi salat, jangan pake pantun yah, hehehe. Terima kasih sudah sempatkan mampir dan barakallahu fiik

10 May

Masya Allah .. Jazakillah khoir Bu Vivi atas pencerahannya .. Barokallahu Fiik

10 May
Balas

Sama sana say terima kasih sudah sempatkan mampir dan barakallahu fiik

10 May

Abah juga kadang-kadang 20 rakaat lain masji lagi 8 rekaat. Barakallah Ibu Siti sehat selalu

10 May
Balas

Iya Abah, terima kasih selalu menyempatkan mampir. Teruntai doa untuk Kakakku tercinta agar tercurah rahmat Allah untuk kesehatan dan barakallahu fiik

10 May

Setuju bu di sy 8 rakaat jd 11 rakaat dg witir. Perbedaan itu indah..barakallah..

10 May
Balas

Benar Bunda cantik. Terima kasih sudah sempatkan mampir dan barakallahu fiik

10 May

Terus bertambah pengetahuan kami bundah, menyikapi perbedaan seharusnya mengerti pula dengan dasar2 mereka

10 May
Balas

Alhamdulillah bila demikian. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

21 May

Subhanallah, Ilmu yang sangat sungguh brmanfa'at, artikel yg bisa blaajar dri sdikit pendapat wawasan sya pribadi ,tentang prbedaan pendapat ttng raka'at pada shalat trawih #subhanallah

11 May
Balas

Alhamdulillah bila ada manfaat. Terima kasih sudah mampir dan dan barakallahu fiik

21 May

sing penting mah traweh mau ngambil yg berapa rokaat juga ,,islam itu rahmatan lil alamin#Alhamdulilah...

10 May
Balas

Benar sekali, terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

10 May

Bener bu Jumlah rakaat tidak menjadi masalah tapi yang jadi masalah yang tidak melaksanakan salat. Trimakasih ilmunya bu

10 May
Balas

Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

21 May

mantab bu Doktor

11 May
Balas

Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

21 May

Setuju Bu. Yang penting salat ya, tentunya yang sesuai kaidah agama. Syukron ilmunya.

10 May
Balas

Benar sekali mami Lili cantik. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

10 May

Bulan Ramadhan adalah bulan dilipat gandakan Pahala, Tarawih itu amal baik, jadi banyak pahalanya dengan tarawih. tulisan yang persuasif

10 May
Balas

Terima kasih apresiasi dan kunjungannya Pak. Barakallahu fiik

10 May

Benar sekali bu, melaksanakan salat tarawih dengan jumlah bilangan berbeda tidak menjadi persoalan. Yang bersoal adalah yang tidak salat tarawih# Subhanallah

10 May
Balas

Setuju khan. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

10 May

Informatif Bunda. Kami di Musala dekat rumah 22 rakaat. Kalau di rumah versi 11rakaat . Perbedaan yang indah. Sehat sukses sll Bun. Barakallah

10 May
Balas

Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

10 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali