Siti Ropiah

Guru MA Al Ishlah Cikarang Utara Kab Bekasi Jawa Barat Alumni Uin Jakarta, nomor hp 087888623714 ...

Selengkapnya
KETIKA RASA INI DIPERTANYAKAN

KETIKA RASA INI DIPERTANYAKAN

KETIKA RASA INI DIPERTANYAKAN

By Siti Ropiah

Aku tak tahu mengapa aku menyayanginya, walau tak pernah bertatap muka.

Sayang ku padanya tanpa meminta balasan.

Aku bahagia ketika melihatnya bahagia

Hatikupun teriris bila ia menderita.

Tapi mengapa rasa ini dipertanyakan.

Ketika rasa ini dipertanyakan

Ada rasa sakit yang menyeruak ke relung hati, terasa hancur berkeping keping

Ada rasa lara menusuk jantung hingga mampu menyesakan dada

Ada rasa pilu menghantam jiwa hingga mampu melempar asa

Ketika rasa ini dipertanyakan

Ada rasa yang menyayat kalbu seakan hati ini disayat sembilu

Seakan hati ini ditusuk beribu jarum, hingga tak ada rasa lain kecuali sakit.

Ketika rasa ini dipertanyakan. Seakan terhempas ke dalam jurang yang dalam hingga tak ada rasa, kecuali nestapa.

Ketika rasa ini dipertanyakan hingga aku tak dapat merasakan apa apa, hampa...

Salam Perindu Literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

sebenarnya ingin kutanya bagaimana rasa itu padaku namun pasti belum ada jawabnya karena malam ini ibu baru mengenalku... nah, jadi ikut puitis haha...bagus puisinya bu...tetap semangat pagi ya bu Siiti

10 Oct
Balas

Terimakasih sdh sudi mampur. Salam kenal dan barakallah

11 Oct

Luar biasa bunda, rasa rindu terlarang yach bunda

10 Oct
Balas

Rindu tidak ada yg melarang lah pak. Salam literasi dan barakallah

10 Oct

Rindu tak terbalaskan

10 Oct

Mantap puisi malam yang bermakna

10 Oct
Balas

Terimakasih pak guru, sdh sudi mampir dan barakallah

10 Oct

Ternyata "orang hukum" tak seperti yang dipikirkan selama ini, tidak punya rasa. Puisi ini justru menggambarkan "sejuta rasa" padahal penulisnya bukan orang sastra. Sungguh luar biasa jika "rasa" sudah memenuhi jiwa. Sangat beruntung orang yang mendapat puisi ini sehingga bisa dapatkan semua rasa, yang membuat sang penulis tidak bisa merasakan apa-apa. Semoga selalu bisa "mengasah rasa" hingga tergores dalam bait-bait indah yang dapat menggugah rasa. Ntahla....jika rasa ini juga rasamu. Hehehe. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...deqquuu.

10 Oct
Balas

Kakak yah, aku khan belajar sama kakak. Salam sehat selalu kak. Barakallah

10 Oct

Waduuh jadi merinding Bu. Itu rasa apa sama siapa ya Bu?

10 Oct
Balas

Kok merinding, memangnya ada makhluk asyral pak. Barakallah

10 Oct

Oh...aku tidak pernah mempertanyakan rasa itu... Karena sungguh aku percaya padamu... Hi..hi jadi ikut berpuisi... Barakallah Bunda Ropi.. .

10 Oct
Balas

Bisa aja bu Rini, salam literasi dan barakallah

10 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali