Siti Ropiah

Guru MA Al Ishlah Cikarang Utara Kab Bekasi Jawa Barat Alumni Uin Jakarta, nomor hp 087888623714 ...

Selengkapnya
Fitri Linda Kurniati Sang Penulis

Fitri Linda Kurniati Sang Penulis

Beberapa hari ini, di FB ramai membaca kisah cinta dua sejoli, dengan judul "KEMUNING, Cinta Tanpa Bicara". Novel yang menceritakan tentang rasa cinta yang tumbuh dan tenggelam dalam suatu mahligai perkawinan. Perkawinan yang tak diinginkan keduanya. Terlebih sang wanita bisu.

Novel ini sudah membuat banyak orang (para wanita sih) terpesona dibuatnya. Aku saja yang biasanya malas membaca di FB, ntah bagaimana tertarik begitu saja dengan cerpen tersebut.

Pertama baca, aku sudah terbawa rasa. Cerita yang dikemas dengan untaian kalimat indah penuh diksi tingkat dewa, membuat banyak mata tergoda untuk menyambanginya.

Wanita kelahiran tahun 1985, sungguh pandai merangkai kata. Cerita yang dikemas apik dan tertata rapi, hingga seakan berada dalam situasi dan kondisi dalam cerita. Hal itu membuat rasa yang tak henti untuk terus mengikuti episode demi episode. Tak terasa, 16 episode sudah terlewati. Namun pembaca tetap dibuat penasaran.

Bu Guru SDN Bajang 02 ini memang luar biasa. Kemampuannya memainkan jari membuat alur cerita tak mudah ditebak. Diksi yang menawan menciptakan rasa yang aduhai. Bahkan mampu mengaduk aduk rasa pembaca yang umumnya wanita. Tak sedikit yang gregetan dibuatnya.

Jika aku mampu menjinjing bungkus dukamu. Rindumu mendendam akan cinta. Meski aku tak mampu mengeja, rinduku tanpa palsu.

Lihat lintasan pelamgi sana, masih anggun menjemput senyummu. Selendang Dewi Nawang Wulan, menanti Jaka Tarub meminang. Itulah rinduku padamu.

Jelaga naifku masih menidai hasratku, walau rinduku tiada geming untuk menjemput. Aku menepi di dermaga rindu.

Itu salah satu puisi yang terdapat di dalam episode ke-16.

Isteri dari Bapak Kusnanto Kusmumiharjo ini, sudah membuat banyak orang jatuh cinta dengannya. Tak tahan rasanya menunggu kelanjutan dan akhir kisah antara Mas Arya dan Kemuning. Cinta keduanya sudah tumbuh, namun masih terhalang dengan status sosial di antara keduanya. Mas Arya yang berdarah biru, sedang Kemuning dari kalangan rakyat biasa, bisu pula.

Alumni Universitas Negeri Malang ini menjadi anggota MGI sejak Januari 2019. Masih muda dibanding aku di tahun 2018. Namun goresan tangannya mampu membawa wanita cantik ini masuk dalam jajaran penulis andal. Insya Allah bukunya akan segera terbit dan tentu akan banyak yang berminat. Salah satunya, yah aku, hehehe. Tapi ku lihat beberapa orang sudah pula ikut memesan buku yang belum dicetak tersebut. Luar biasa.

Aku yakin, kemampuan memulis yang dimiliki bunda cantik ini salah satunya karena ketekunan. Ia mengasah terus kemampuan yang dimilikinya disertai pembelajaran yang tak kenal lelah.

Sejatinya Keberhasilan Disebabkan Ketekunan

Salam Perindu Literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wah jadi ingin baca. Endosment luar biasa dari bu vivi. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

08 Jul
Balas

Saya hanya ungkapkan rasa Pak Mulya, hehehe. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

08 Jul

Mantaaap paparannya bikin penasaran..sehat dan sukses Bunda Vivi... Barakallah

08 Jul
Balas

Tapi jangan mati penasaran Bunda Lupi, hehehe. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

08 Jul

Seperti menonton sinetron. Bikin ketagihan. Bius mas Arya dan Mbak Ning.

12 Jul
Balas

Benar banget Bund. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

12 Jul

Betul Bun..Mba Fitri luar biasa meski saya nggak selalu mengikuti tiap episodenya..Semoga semangatnya menular...Barakallah Bun..

08 Jul
Balas

Iya Budhe, untaian kalimat dan runtutnya cerita yang disampaikan, luar biasa. Terima kasih selalu menyempatkan mampir dan barakallahu fiik

08 Jul

Mantap bunda tulisannya

12 Jul
Balas

Hanya mengungkapkan rasa Pak. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

12 Jul

Abah bukan tidak minat membacanya, tetapi terlalu indah. Barakallah Ibu Siti selalu sehat

08 Jul
Balas

Owh, begitu yah Abah, hehehe. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

08 Jul

Baru buka katanya dah edisi 16..edisi 1 sd 15 dimana penasaran pengen baca dari awal

08 Jul
Balas

Silakan dicari Bund. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

08 Jul

Ak juga ngikuti bun

08 Jul
Balas

Mantaps khan Bund, hehehe. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

08 Jul

Ulasan disertai apresiasi yang menarik, itulah Bu Vivi: Sang Apresiator Sejati

08 Jul
Balas

Wah, bisa aja Bu Lili cantik ini. Hanya ungkapkan rasa Bu. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

08 Jul

Mantap bu Vivi..

08 Jul
Balas

Terima kasih Bu Rutifah atas apresiasi dan kunjungannya. Barakallahu fiik

08 Jul

Masyaallah... Terlalu tinggi Bunda menerbangkan diri ini. Memberi sepasang sayap pada saya. Saya sepertinya belum pantas di sejajarkan penulis senior yang memiliki karya apik. Saya masih seperti anak balita yang baru bisa memegang pensil yang diberikan pada guru-guru penulis saya. Sahabat-sahabat yang berada di sekeliling saya seakan berteriak untuk tetap memegang pensil ini dengan benar dan meminta saya untuk menggoreskannya apapun itu goresannya. Entahlah, saya dengan berani menggoresnya dengan kemampuan yang saya miliki meski tertatih. Masyaallah, Allah memudahkan jemari ini untuk menggoresnya dan sahabat-sahabat pula tetap mendukung saya. Terima kasih Bunda... Barakallah... Sukses juga buat Bunda dan sahabat-sahabat Media Guru semuanya...

12 Jul
Balas

Maaf Bunda Fitri. Tulisan aku ini hanya satu dari sekian banyak rasa yang terpendam di hati. Mungkin aku mewakili rasa para bunda yang membaca tulisan Bunda Fitri. Karenanya, aku tumpahkan rasa itu di Gurusiana. Salam ta'zdim dan bangga aku pada Bunda Fitri, sang penulis muda berbakat. Barakallahu fiik.

12 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali