Siti Ropiah

Guru MA Al Ishlah Cikarang Utara Kab Bekasi Jawa Barat Alumni Uin Jakarta, nomor hp 087888623714 ...

Selengkapnya

Bekal Mudik ke Kampung Halaman

Sudah menjadi tradisi di Indonesia, setiap hari raya tiba, masyarakat di kota besar akan melaksanakan mudik ke kampung halaman. Dipersiapkan bekerja sekian bulan untuk bekal menuju kampung halaman. Rela berdesak-desakan. Rela melakukan antrean panjang. Rela terjebak macet di jalan. Rela bersusah payah membawa barang-barang. Rela mengqada puasa karena perjalanan. Rela membawa uang untuk dihabiskan.

Semua dipersiapkan dengan penuh pengorbanan. Semua dilakukan dengan penuh pertimbangan. Semua dijalankan dengan penuh keikhlasan. Bekal dipersiapkan dengan matang dan penuh perjuangan. Andai hal ini dipersiapkan pula untuk bekal akhirat. Betapa indahnya.

Tiga hal yang menjadi bekal akhirat bagi setiap manusia saat meninggalkan dunia fana ini, yang masih dapat terus berjalan, yaitu: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak salih yang mendoakan orang tuanya.

Sudahkah mempersiapkan bekal akhirat sebagaimana bekal menuju kampung halaman?. Bukankah sejatinya kampung halaman yang sesungguhnya adalah akhirat?. Seandainya mempersiapkan bekal akhirat seperti mempersiapkan bekal menuju kampung halaman dilakukan, niscaya bahagia akan digapai.

Rela menyisihkan waktu di tengah kesibukan untuk laksanakan shalat. Rela dengan sekuat tenaga membaca al quran.

Rela bersusah payah bangun malam tuk lakukan Tahajud. Rela menahan lapar dan dahaga untuk lakukan puasa. Rela menahan hati untuk berbagi dengan sesama dari apa yang diupayakan dengan tangannya. Rela meredam amarah untuk dapat bersyukur dan ikhlas.

Semua dilakukan demi gapai negeri akhirat. Semua dilaksanakan demi raih rida-Nya. Semua dijalankan demi dapatkan jannah yang penuh kenikmatan. Sebagaimana hal itu dilakukan demi berkumpul dengan sanak keluarga di kampung halaman. Apapun dilakukan demi dapat berkumpul bersama di kampung halaman. Terlebih kampung akhirat.

Sejatinya Kampung yang Sesungguhnya Adalah Akhirat

Salam Perindu Literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Sejatinya persiapan menuju kampung akhirat adalah hal yang paling utama. Butuh persiapan selama hidup di dunia. Jazakillah khoir untuk tulisan sarat makna ini. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah, Deqquuu.

09 Jun
Balas

Benar sekali Kak. Terima kasih selalu menyempatkan mampir. Teruntai doa untuk Kakakku tercinta agar tercurah rahmat Allah untuk kesehatan Kakak dan barakallahu fiik

09 Jun

Terimakasih pengingatnya bunda Pipi, sebaik-baiknya bekal pulang adalah akhirat. Barakallahu fiik, semoga bekal kita semakin bertumbuh ke JannahNya. Aamiin.

09 Jun
Balas

Sama sama Bunda Rita. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

10 Jun

Setuju Bu Vivi.. Secara sy ga pernah mudik he he Mudah2an bisa mempersiapkan bekal ke kampung yg telah dipersiapkan Allah SWT.. Aamiin

09 Jun
Balas

Terima kasih apresiasi dan kunjungannya. Barakallahu fiik

09 Jun

kampung halaman, rwla pulang dengan seluruh beban yg disiapkan karena cintanya kita pada ibunda tercinta. kampung akherat, kampung abadi. wajib dipersiapkan lebih matang atau akan menyebabkan salah masuk kampung karena keluarnya susah. untuk bisa putar balik dari kampung yg salah harus memenuhi syarat syarat tertentu yaitu pencucian seluruh bawang bawaan, dan harus dihibahkan sebagiannya untuk menutupi biaya dikampung yg salah tersebut. bahkan jika barang bawaan kita kurang, maka kita wajib menerima semua sampah mereka. sesuatu yg sangat berat. smoga kita terhindar dari kampung yg salah/neraka teesebut. tentu bekal yg cukup serta jaga lisan agar tidak boros. salam hangat bu ViVi

10 Jun
Balas

Benar Bu. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

10 Jun

Ya, itulah kampung halaman sesungguhnya.

09 Jun
Balas

Benar Bund, terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

10 Jun

Ya, itulah kampung halaman sesungguhnya.

09 Jun
Balas

Betul bunda, akhirat tujuan hidup terakhir kita. Tidak bisa di tawar dan d ganggu gugat. Tpi soal pulkam bun, saya tdk punya kampung halaman jadi tidak pernah merasakan mudik..hehe

10 Jun
Balas

Sama, gak punya kampung, hehehe. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

10 Jun

Tanpa tak di sadari bekal menuju akhirat itu lah yang sering di lalaikan. Barakallah

11 Jun
Balas

Semoga kita bisa masuk ke jannahnya Allah SWT.#subhanallah

09 Jun
Balas

Amin ya rabb. Terima kasih dan barakallahu fiik

09 Jun

Sepakat Bun kampung yang sesungguhnya adalah ahirat, namun upaya apa yang harus kita persiapkan agar Allah Ridho kembali kampung (ahirat ) Allah Ta'ala bada idul fitri.dengan Istiqomah mengamalkan ilmunya, sedekah, dan Do'anya anak yang sholih dan sholiha..#subhanallah

09 Jun
Balas

Benar sekali. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

09 Jun

Masyaallah, paparan yg bermanfaat dan penuh arti. Mudah2an rahmt allah selalu menyertai kita, aamiin barakallah

09 Jun
Balas

Terima kasih apresiasi, doa dan kunjungannya. Barakallahu fiik

09 Jun

Betul bu Vivi,sesuai apa yg terjdi saat ini, termasuk sy,ada istilah pulkam,tp mdh2an smua itu ada hikmahnya,amin..super skali bu Vivi.

09 Jun
Balas

Benar Bund ambil hikmah tiap kejadian. Barakallahu fiik

09 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali